Demonstrasi Kontekstual - PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
NAMA : RAJAMUDDIN
KELAS : BAHASA INDONESIA B
NIM : 105461153022
MAHASISWA PPG
PRAJABATAN GEL.2
UNISMUH MAKASSAR
Tugas
SEL.07.2-T1-1-4-a Demonstrasi Kontekstual
PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
Setiap siswa memiliki karakteristik dan
kebutuhan yang berbeda-beda, hal ini menjadi tantangan bagi guru dalam
mengajar. Berbagai usaha dilakukan
oleh para guru, tentunya tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap peserta
didik sukses dalam proses pembelajarannya. Dengan melihat banyak perbedaan
antara satu peserta didik dengan peserta didik yang lainya, tentunya perlu
adanya pembelajaran berdiferensiasi.
1.
Pengertian Pembelajaran Berdiferensiasi
Menurut Tomlinson
(2001) Pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan
proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik
sebagai individu. Atau bisa dikatakan juga bahwa pembelajaran berdiferensiasi
adalah pembelajaran yang memberi keleluasaan dan mampu mengakomodir kebutuhan
peserta didik untuk meningkatkan potensi dirinya sesuai dengan kesiapan
belajar, minat, dan profil belajar peserta didik yang berbeda-beda.
Pembelajaran
berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang
dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan peserta didik. Keputusan-keputusan
yang dibuat tersebut adalah yang terkait dengan:
1. Bagaimana mereka menciptakan lingkungan belajar yang
“mengundang” peserta didik untuk belajar dan bekerja keras untuk mencapai
tujuan belajar yang tinggi. Kemudian juga memastikan setiap peserta didik di
kelasnya tahu bahwa akan selalu ada dukungan untuk mereka di sepanjang
prosesnya.
2. Kurikulum yang
memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas. Jadi bukan hanya
guru yang perlu jelas dengan tujuan pembelajaran, namun juga peserta didiknya.
3. Penilaian berkelanjutan. Bagaimana guru tersebut
menggunakan informasi yang didapatkan dari proses penilaian formatif yang telah
dilakukan, untuk dapat menentukan peserta didik mana yang masihketinggalan,
atau sebaliknya, peserta didik mana yang sudah lebih dulu mencapai tujuan
belajar yang ditetapkan.
4. Bagaimana guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar
peserta didiknya. Bagaimana ia akan menyesuaikan rencana pembelajaran untuk
memenuhi kebutuhan belajar peserta didik tersebut. Misalnya, apakah ia perlu
menggunakan sumber yang berbeda, cara yang berbeda, dan penugasan serta
penilaian yang berbeda.
5. Manajemen kelas yang efektif. Bagaimana guru menciptakan
prosedur, rutinitas, metode yang memungkinkan adanya fleksibilitas. Namun juga
struktur yang jelas, sehingga walaupun mungkin melakukan kegiatan yang berbeda,
kelas tetap dapat berjalan secara efektif.
Menurut Tomlinson (2001):
pembelajaran berdiferensiasi memiliki empat ciri, yaitu:
- Pembelajaran berfokus pada konsep
dan prinsip pokok. Harus berfokus pada kompetensi dasar pembelajaran.
- Evaluasi kesiapan dan perkembangan
belajar peserta didik diakomodasi ke dalam kurikulum; Di sini perlu adanya
pemetaan kebutuhan peserta didik kemudian dimasukan kedalam strategi
pembelajaran.
- Pengelompokan peserta didik
dilakukan secara fleksibel; misalnya, bisa secara mandiri, berkelompok
berdasarkan tingkat kecerdasan, berkelompok berdasarkan modalitas belajar,
dll.
- Siswa secara aktif bereksplorasi
dibawah bimbingan dan arahan guru. Pembelajaran berdiferensiasi ini
berpusat kepada siswa.
2.
Pemetaan
Kebutuhan Belajar Siswa
Sekarang, mari kita bahas
bagaimana kita dapat melakukan pemetaan kebutuhan belajar peserta didik. Baca
dengan seksama!
Menurut
Tomlinson (2001), ada tiga cara untuk memetakan kebutuhan belajar peserta
didik, yaitu:
1)
kesiapan belajar peserta didik (readiness);
2)
minat peserta didik; dan
3)
profil belajar peserta didik.
3.
Keragaman
anak di kelas
Peserta
didik, sebagai sasaran utama penyebarluasan ilmu pengetahuan dan ilmu kehidupan
memiliki keberagaman, seperti:
Keberagaman
Fisik
·
Ada peserta didik yang tinggi, sedang,
pendek untuk ukuranpada kelasnya
·
Ada peserta didik yang gemuk. Sedang,
kurus untuk ukuranpada kelasnya
·
Ada peserta didik jenis kelamin dan
perempuan
·
Ada peserta yang memiliki kelengkapan dan
fungsi standar pada anggota tubuhnya, ada juga peserta didik yang memiliki
hambatan dalam kelengkapan dan fungsi anggota tubuhnya.
Keberagaman
Sensorik
·
Ada peserta didik yang memiliki
penglihatan tanpa hambatan, ada peserta didik yang memiliki hambatan
penglihatan
·
Ada peserta didik yang memiliki
pendengaran tanpa hambatan, ada peserta didik yang memiliki hambatan
pendengaran
Keberagaman
Sosial Ekonomi dan Demografis
·
Ada peserta didik dari keluarga kaya,
sedang, miskin
·
Ada peserta didik dari perkotaan dan
pedesaan
·
Ada peserta didik yang tinggal di
perumahan dan masyarakat/perkampungan
Keragaman
Jenis Lainnya
Ada
peserta dengan hambatan perilaku dan emosi, kesulitan belajar spesifik, autis,
dan sebagainya
Terkait
dengan keberagaman peserta didik yang akan, atau sementara dihadapi oleh para
pendidik saat ini, maka sikap dan tindakan yang harus dilakukan terhadap
keberagaman ini, diantaranya:
·
Menerima keragamaan peserta didik yang ada
di kelas
·
Memahami perbedaan keunikan setiap
individu peserta didik
·
Menciptakan suasana yang aman, nyaman dan
ramah bagi semua peserta didik
·
Memberikan kebutuhan layanan pembelajaran,
khususnya bagi peserta didik yang berkebutuhan khusus dengan tetap memberikan
perhatian yang sama untuk kelas.
Comments
Post a Comment